BABINSA KORAMIL 0406-03/RUPIT LAKSANAKAN PENANGGULANGAN KARHUTLA DI WILAYAH KABUPATEN MURATARA
Lensa Garuda - Muratara, Minggu, 30 Agustus 2026 – Babinsa Koramil 0406-03/Rupit melaksanakan kegiatan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Minggu (30/8/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah meluasnya kebakaran serta memastikan kondisi wilayah tetap aman dari ancaman Karhutla.
Berdasarkan hasil pemantauan, luas lahan terbakar di wilayah Kabupaten Muratara mencapai ±0,5 hektare. Sementara itu, terpantau 1 titik hotspot berdasarkan sumber data dari Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan.
Dalam kegiatan ground check, petugas mendatangi sejumlah lokasi yang terindikasi hotspot. Di Kelurahan Muara Rupit ditemukan lahan milik masyarakat dengan luas terbakar sekitar ±0,5 hektare. Petugas melakukan pengecekan dan memastikan kondisi api telah padam.
Selanjutnya, ground check juga dilaksanakan di Desa Lubuk Rumbai, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, dengan koordinat -2.67895, 102.92918. Di lokasi tersebut ditemukan lahan masyarakat yang terbakar sekitar ±0,5 hektare, dan kondisi api sudah padam.
Untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali, personel melaksanakan pemadaman darat dan pendinginan di wilayah Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit. Kegiatan pemadaman dilaksanakan mulai pukul 11.00 WIB dengan melibatkan personel TNI dan masyarakat.
Tim pemadaman yang terlibat, yaitu:
- TNI: 3 orang, terdiri dari:
1. Serka Yudha Anggoro
2. Serka Ade Arif Budiman
3. Sertu Hardi Prabowo
- Masyarakat: 10 orang.
- BPBD Muratara, Polri, DPA dan MPA: nihil.
Adapun peralatan yang digunakan dalam penanganan Karhutla antara lain ranting kayu yang basah serta peralatan semprotan/tangki yang tersedia di lapangan.
Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, luas lahan yang terdampak sekitar ±0,5 hektare, dengan luas lahan yang terbakar sekitar ±0,3 hektare. Penyebab kebakaran masih belum diketahui. Vegetasi yang terbakar berupa lahan mineral dengan jenis tanah darat/mineral. Sumber air yang tersedia berasal dari parit, namun saat ini kondisinya sudah kering. Pemilik lahan belum ditemukan.
Setelah dilakukan pemadaman dan pendinginan, kondisi terkini api telah berhasil dipadamkan dan situasi di lokasi dalam keadaan aman.
Selain pemadaman, Babinsa bersama unsur terkait juga melaksanakan sejumlah kegiatan pendukung, meliputi:
1. Patroli darat di wilayah yang rawan Karhutla.
2. Verifikasi hotspot dan monitoring lokasi.
3. Pemadaman serta pendinginan pada lokasi terdampak.
4. Sosialisasi pencegahan Karhutla kepada masyarakat.
5. Menyiagakan personel dan peralatan pemadaman sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kebakaran kembali.
Kegiatan penanggulangan Karhutla ini merupakan bentuk kepedulian dan kesiapsiagaan Babinsa bersama masyarakat dalam menjaga lingkungan serta mencegah kebakaran meluas. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayahnya.(Pendim 0406/Lubuklinggau)