Pengajian Thoriqoh Qodiriyah Wa Naqsyabandiyah Digelar di Ponpes Sunan Kalijogo Megang Sakti
Lensa Garuda - Musi Rawas. Pengajian Thoriqoh Qodiriyah Wa Naqsyabandiyah berlangsung khidmat di Pondok Pesantren Sunan Kalijogo, Desa Kulonrowo, Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas, Kamis (21/05/2026).
Kegiatan pengajian tersebut diasuh langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren Sunan Kalijogo, Ustad Muhammad Ridwan, serta dihadiri ratusan jamaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Musi Rawas dan sekitarnya.
Hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut Guru Mursyid Thoriqoh, Kiyai Haji Akrom Mulhadi, pengasuh Pondok Pesantren Langgar Wali Jogoloyo, Demak, Jawa Tengah. Kehadiran beliau menjadi momentum penting dalam mempererat ukhuwah islamiyah sekaligus memperdalam ajaran thoriqoh kepada para jamaah.
Dalam tausiyahnya, Kiyai Haji Akrom Mulhadi menyampaikan pentingnya menjaga keistiqomahan dalam berdzikir, memperkuat keimanan, serta meningkatkan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan antar umat.
Sementara itu, Ustad Muhammad Ridwan mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Guru Mursyid beserta seluruh jamaah yang telah hadir mengikuti pengajian dengan penuh khusyuk dan tertib.
Sementara itu ustad Muhammad Ridwan menjelas kan apa itu tentang thoriqoh kepada humas kodim 0406/Lubuklinggau.
Thoriqoh atau tarekat adalah jalan atau metode dalam ajaran Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui bimbingan seorang guru spiritual (mursyid). Kata “thoriqoh” berasal dari bahasa Arab ṭarīqah yang berarti “jalan”.
Dalam praktiknya, thoriqoh merupakan bagian dari ilmu tasawuf yang menekankan pembinaan hati, akhlak, dan ibadah agar seseorang lebih khusyuk dan istiqomah dalam menjalankan agama.
Beberapa amalan yang biasa dilakukan dalam thoriqoh antara lain:
-Dzikir kepada Allah secara rutin
-Wirid dan doa tertentu
-Pengajian rohani
-Muhasabah atau introspeksi diri
-Pembinaan akhlak dan adab
Suluk atau khalwat (mendekatkan diri kepada Allah dalam waktu tertentu)
-Tujuan utama thoriqoh adalah:
-Membersihkan hati dari sifat buruk
-Mendekatkan diri kepada Allah SWT
-Membentuk akhlak mulia
-Menumbuhkan ketenangan batin
-Menjalankan syariat Islam dengan lebih sempurna

Dalam thoriqoh biasanya ada silsilah guru yang bersambung hingga kepada Nabi Muhammad SAW. Karena itu, seorang murid dibimbing langsung oleh mursyid agar amalan yang dilakukan tetap sesuai syariat.
Beberapa thoriqoh yang dikenal luas di Indonesia antara lain:
-Tarekat Qadiriyah
-Tarekat Naqsyabandiyah
-Tarekat Syattariyah
-Tarekat Tijaniyah
-Tarekat Sammaniyah
Di Indonesia, banyak pesantren dan majelis dzikir yang mengajarkan thoriqoh sebagai sarana memperkuat keimanan dan persaudaraan umat Islam.
“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan, memperkuat tali silaturahmi serta menambah ilmu dan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” ungkapnya.(Pendim 0406/Lubuklinggau).